SUKABUMI--Bupati Sukabumi, Sukmawijaya menilai pendidikan madarasah selaras dengan program pemerintah Kabupaten Sukabumi. Meski dalam pelaksanaannya memerlukan sebuah kompetisi terutama dalam bidang olahraga dan seni. Dengan terselenggaranya Pekan Olaharaga dan Seni yang dilaksanakan Persatuan Guru Madarasah (PGM) Kabupaten Sukabumi diharapkan mampu mendongkrak prestasi di bidang olahraga dan keagamaan. "Pelaksanaan Porseni di Kabupeten Sukabumi ini merupakan yang kedua kali, dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat mencitrakan kabupaten Sukabumi sebagai tempat pendidikan agama dan olahraga yang berkualitas," ujar Sukmawijaya. Ketua PGM Kabupaten Sukabumi, Munir Ridwan mengatakan kegiatan ini dijadikan sebagai ajang untuk adu prestasi dan kemampuan dengan tetap mengedepankan sportifitas yang tinggi, sebab porseni merupakan sarana untuk mencari bibit unggul para atlet dan seniman. Dalam pelaksanaannya panitia penyelenggara akan bertindak jujur dan berharap penyelengaraan kegiatan sukses. "Ini merupakan program tahunan yang kami rintis. Ke depannya diharapkan kegiatan ini menjadi ikon bagi Kabupaten Sukabumi dalam membangun pendidikan madrasah yang tengah berlangsung," paparnya. Munir juga menjelaskan sudah saatnya madarasah memiliki atlit dan seniman yang berkualitas dan dedikasi yang tinggi, sehingga mampu dan siap tandang, siap tanding dan siap menang. "Memang dalam setiap pertandingan setiap tim berharap juara, namun yang lebih penting dari itu, adalah menjunjung tinggi sportifitas, karena dengan itu setiap even akan menjadi tontonan yang menarik, sehingga kegiatan seperti ini akan menjadi harapan masyarakat pada umumnya," jelasnya. Sementara itu Ketua Panitia Porseni, Dadang Sadrah mengatakan pelaksanaan kegiatan ini meliputi dua cabang. Untuk olahraga di antaranya, Voly ball, tenis meja, sepakbola, futsal, catur dan lainnya. Adapun untuk cabang seni di antaranya kaligrafi, rebana, MTQ dan lainnya. "Kami memang ingin menghasilkan siswa yang berpotensi. Kegiatan ini dapat menjadi ajang pencarian bakat tersebut," pungkasnya.(rp9)
Sumber berita:http://radarsukabumi.com/index.php?mib=berita.detail&id=64289
Kamis, 23 Desember 2010
Semarak Porseni PGM
Rabu, 22 Desember 2010
PORSENI PGM KE-2 2010 di Surade
Sabtu, 27 November 2010
Kompetisi Kreativitas Madrasah Jakarta Diikuti 1.100 Siswa
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Sebanyak 1.102 murid madrasah tsanawiyah negeri (MTsN) se-Provinsi DKI Jakarta berlaga dalam ajang Kompetisi Kreativitas Madrasah (Madrasah Creativity Competition /MCC). Para peserta yang berasal dari 42 MTsN se-DKI.
Menurut Ketua Panitia Pelaksana, Mushadik Noor, kompetisi ini memperebutkan delapan cabang perlombaan, yaitu baca kisah, presentasi berita, puitisasi Alquran, dramatisasi sastra Indonesia, festival band, karya ilmiah di bidang sosial-keagamaan, olimpiade sains, dan kompetisi matematika. "Semua cabang di luar bidang yang diperlombakan dalam pekan olahraga dan kesenian madrasah (PORSEMA)," ujarnya saat pembukaan MCC di Jakarta, Sabtu (27/11)
Mushadik yang juga kepala MTsN 3 mengatakan MCC kedua ini bertujuan meningkatkan kreativitas dan keterampilan, baik para tenaga pengajar atau pun peserta didik di bidang akademik dan budaya. Selain itu, ajang ini memberikan motivasi mereka dalam MIPA (matematika dan ilmu pengetahuan alam) dan karya ilmiah.
MCC, tuturnya, juga merupakan media silaturahim antar-MTsN yang berada di wilayah DKI Jakarta agar terjadi pertukaran informasi dan pengalaman. Dia berpandangan, MCC perlu dikembangkan menjadi ajang bagi seluruh madrasah se-DKI Jakarta yang mencakup negeri dan swasta. Hal itu agar MCC memberikan pengaruh langkah tindak lanjut perlu dilakukan dalam berbagai bentuk antara lain pembinaan intensif terhadap bibit-bibit unggul yang tersaring dari even MCC.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua Kelompok Kerja Kepala Madrasah (K3M) DKI Jakarta, Suhairi. MCC yang merupakan hajat rutin dua tahunan K3M adalah langkah awal untuk memulai meningkatkan kualitas anak didik di lingkungan madrasah. Terlebih sejumlah cabang baru diperlombakan atara lain karya ilmiah. K3M berencana mendokumentasikan hasil karya ilmiah tersebut dan dipubilkasikan minimal di tingkat MTsN.
Dengan demikian, tindak lanjut MCC akan memberikan konstribusi berkelanjutan bagi perkembangan madrasah. "Pembinaan intensif terutama dari pemerintah sangat perlu supaya madrasah tetap berkembangan," kata Suhairi.
sumber: http://id.news.yahoo.com/repu/20101127/tpl-kompetisi-kreativitas-madrasah-jakar-97b2f71.html
Minggu, 19 September 2010
PGM: Jangan Ada yang intervensi !!!
Beredarnya SMS gelap yang menyudutkan Wakil Bupati berkaitan dengan wacana penyusunan Kabinet “MAJU”, disikapi beragam oleh kalangan masyarakat. Lalan Suherlan, salah seorang pengurus DPD Persatuan Guru Madrasah (PGM) Kab. Sukabumi, mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Menurutnya, PGM dengan kekuatan penuh mendukung upaya Sukma-Jajuli untuk menempatkan birokrat di kabinetnya nanti dengan tetap mempertimbangkan azas prosionalisme sesuai bidang keahlian dan disiplin ilmu masing-masing. “Kalau pejabatnya tidak professional dan proporsional, maka visi misi Bupati-Wabup tidak akan pernah tercapai, malah akan rusak atau hancur”, lanjutnya. Bahkan, Lalan menghimbau agar pasangan Bupati-Wabupati diberikan wewenang penuh untuk memilih pejabat yang sesuai dengan upaya pencapaian visi misinya.
Sementara itu, Ade Hidayat selaku Forum Guru Madrasah (FGM Kab. Sukabumi) mengkritik pihak-pihak “tertentu” yang terkesan memaksakan orang untuk memenuhi kursi di Kabinet Sukma-Jajuli. Lebih lanjut, ia meminta agar sebaiknya para birokrat menyamakan persepsi mereka dalam memahami dan menerjemahkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati. Bukan mendiskreditkan atau mengkerdilkan pasangan Sukma-Jajuli. “Rakyat sudah jenuh dengan “lagu lama” dari “orang-orang dalam” untuk mengkerdilkan kewenangan bupati dan wakil Bupati”, lanjutnya.
Sementara itu, Pengamat dan praktisi Pendidikan, Mulyawan S. Nugraha, mengatakan bahwa pejabat yang akan menduduki jabatan kepala dinas dan jabatan-jabatan lainnya yang berasal dari luar atau dalam Birokrasi tidak usah dipersoalkan. Kata dia, yang terpenting calon Pejabat tersebut punya komitmen dan kapasitas dalam menjalankan visi misi bupati-wakil bupati secara profesional dan mencurahkan waktunya memperbaikan kinerja dinas terkait. "Jadi tidak usah ada dikotomi orang luar dan orang dalam, yang penting mencurahkan waktunya demi memperbaiki kinerja Dinas dan instransi terkait ." tuturnya.
Bila muncul gerakan dikotomi tersebut, Justru akan memperkuat dugaan adanya ketidakberesan di internal Dinas dan instransi terkait. "Ini memperkuat kesan ada persoalan internal karena seolah-olah orang luar tidak boleh masuk, yang berarti berarti sistim di Dinas dan instransi terkait belum baik sesuai SOP (Standard Operational Procedure).” pungkasnya.
Sementara itu, Ade Hidayat selaku Forum Guru Madrasah (FGM Kab. Sukabumi) mengkritik pihak-pihak “tertentu” yang terkesan memaksakan orang untuk memenuhi kursi di Kabinet Sukma-Jajuli. Lebih lanjut, ia meminta agar sebaiknya para birokrat menyamakan persepsi mereka dalam memahami dan menerjemahkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati. Bukan mendiskreditkan atau mengkerdilkan pasangan Sukma-Jajuli. “Rakyat sudah jenuh dengan “lagu lama” dari “orang-orang dalam” untuk mengkerdilkan kewenangan bupati dan wakil Bupati”, lanjutnya.
Sementara itu, Pengamat dan praktisi Pendidikan, Mulyawan S. Nugraha, mengatakan bahwa pejabat yang akan menduduki jabatan kepala dinas dan jabatan-jabatan lainnya yang berasal dari luar atau dalam Birokrasi tidak usah dipersoalkan. Kata dia, yang terpenting calon Pejabat tersebut punya komitmen dan kapasitas dalam menjalankan visi misi bupati-wakil bupati secara profesional dan mencurahkan waktunya memperbaikan kinerja dinas terkait. "Jadi tidak usah ada dikotomi orang luar dan orang dalam, yang penting mencurahkan waktunya demi memperbaiki kinerja Dinas dan instransi terkait ." tuturnya.
Bila muncul gerakan dikotomi tersebut, Justru akan memperkuat dugaan adanya ketidakberesan di internal Dinas dan instransi terkait. "Ini memperkuat kesan ada persoalan internal karena seolah-olah orang luar tidak boleh masuk, yang berarti berarti sistim di Dinas dan instransi terkait belum baik sesuai SOP (Standard Operational Procedure).” pungkasnya.
Sabtu, 18 September 2010
PGM Tantang Sukma-Jajuli
SUKABUMI- Pengurus Persatuan Guru Madrasah (PGM) Kabupaten Sukabumi menantang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi di bawah kepemimpinan Sukmawijaya-Akhmad Jajuli berani menyusun kabinet bersih. Artinya, wadah organisasi tenaga pendidik sekolah keislaman itu tak mau, penempatan pejabat khususnya yang terkait sektor pendidikan dilakukan asal-asalan dan berbau politis.
Hal itu setidaknya terungkap saat PGM melakukan buka puasa bersama Wakil Bupati (Wabup) Sukabumi Akhmad Jajuli di Rumah Makan Ibu Entik Senin lalu. Ketua Umum PGM Kabupaten Sukabumi, Munir Ridwan mengatakan PGM mendukung tindakan pimpinan daerah yang secara sigap dan cepat melakukan sidak untuk koordinasi dan konsolidasi dengan dinas atau instansi di lingkungan Pemkab Sukabumi. Namun di sini, lembaganya akan berupaya kritis jika kebijakan itu tak sejalan dengan keinginan masyarakat khususnya guru.
"Kami sebagai organisasi profesi berharap agar dapat bersinergi dengan pemerintah sesuai dengan peran dan fingsi masing-masing," katanya.
Munir menyatakan, pihaknya juga berharap pola penempatan pejabat mampu dilakukan sesuai dengan kapabilitas, integritas, loyalitas dan dedikasi terhadap kemajuan Kabupaten Sukabumi. "Kami sangat mengharapkan agar dalam penyusunan kabinet lebih bersih tanpa ada unsur kepentingan baik pribadi, partai atau golongan tertentu," jelasnya.
Hal senada juga diungkapkan salah seorang praktisi pendidikan Kabupaten Sukabumi, Mulyawan S Nugraha. Ia mengatakan harus ada pembenahan yang revolusioner dan tidak populis terhadap struktur birokrasi yang selama ini dianggap belum maksimal, khususnya di leading sector pendidikan, kesehatan dan ekonomi di Kabupaten Sukabumi. Hal ini karena tiga sektor itu adalah tolok ukur Indeks Pembangunan Manusia. Selain itu juga, harus ada penguatan terhadap pencapaian visi misi bupati dan wakil bupati dengan senantiasa mengadakan koordinasi dan pengendalian dalam melaksanakan program kerja yang ada di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
"Ini sebenarnya bagaimana langkah awal yang dibangun oleh pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sukabumi dalam menentukan rekanan kerjanya," pungkasnya.
Jajuli sendiri menyambut baik peran PGM yang selama ini telah berkiprah dalam pembangunan pendidikan di Kabupaten Sukabumi. "Kami akan berusaha memberikan yang terbaik. Sesuai dengan visi misi yang telah diajukan," ujarnya. (rp9)
Rabu, 08 September 2010 , 01:45:00
Berita ini dapat dilihat di sini.
Hal itu setidaknya terungkap saat PGM melakukan buka puasa bersama Wakil Bupati (Wabup) Sukabumi Akhmad Jajuli di Rumah Makan Ibu Entik Senin lalu. Ketua Umum PGM Kabupaten Sukabumi, Munir Ridwan mengatakan PGM mendukung tindakan pimpinan daerah yang secara sigap dan cepat melakukan sidak untuk koordinasi dan konsolidasi dengan dinas atau instansi di lingkungan Pemkab Sukabumi. Namun di sini, lembaganya akan berupaya kritis jika kebijakan itu tak sejalan dengan keinginan masyarakat khususnya guru.
"Kami sebagai organisasi profesi berharap agar dapat bersinergi dengan pemerintah sesuai dengan peran dan fingsi masing-masing," katanya.
Munir menyatakan, pihaknya juga berharap pola penempatan pejabat mampu dilakukan sesuai dengan kapabilitas, integritas, loyalitas dan dedikasi terhadap kemajuan Kabupaten Sukabumi. "Kami sangat mengharapkan agar dalam penyusunan kabinet lebih bersih tanpa ada unsur kepentingan baik pribadi, partai atau golongan tertentu," jelasnya.
Hal senada juga diungkapkan salah seorang praktisi pendidikan Kabupaten Sukabumi, Mulyawan S Nugraha. Ia mengatakan harus ada pembenahan yang revolusioner dan tidak populis terhadap struktur birokrasi yang selama ini dianggap belum maksimal, khususnya di leading sector pendidikan, kesehatan dan ekonomi di Kabupaten Sukabumi. Hal ini karena tiga sektor itu adalah tolok ukur Indeks Pembangunan Manusia. Selain itu juga, harus ada penguatan terhadap pencapaian visi misi bupati dan wakil bupati dengan senantiasa mengadakan koordinasi dan pengendalian dalam melaksanakan program kerja yang ada di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
"Ini sebenarnya bagaimana langkah awal yang dibangun oleh pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sukabumi dalam menentukan rekanan kerjanya," pungkasnya.
Jajuli sendiri menyambut baik peran PGM yang selama ini telah berkiprah dalam pembangunan pendidikan di Kabupaten Sukabumi. "Kami akan berusaha memberikan yang terbaik. Sesuai dengan visi misi yang telah diajukan," ujarnya. (rp9)
Rabu, 08 September 2010 , 01:45:00
Berita ini dapat dilihat di sini.
Selasa, 07 September 2010
Langganan:
Postingan (Atom)